Haltersebut disebabkan misi dari pembelajaran kognitif adalah meningkatkan dan membangun kemampuan anak dalam memperoleh, menganalisis, dan mengolah informasi secara tepat serta menumbuhkan kemampuan anak untuk memecahkan masalah.
Pembelajaranabad ke-21 memiliki arti bahwa siswa dituntut menguasai konten materi bersamaan dengan memproduksi, mensintesis, dan mengevaluasi informasi dari berbagai mata pelajaran dan sumber dengan pemahaman dan menghormati budaya yang beragam. Siswa mendemonstrasikan 3C: kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Mereka menunjukkan literasi digital serta tanggung jawab terhadap tugasnya
Jadibelajar hanya di pandang dari sisi yang dapat diamati secara secara langsung, yakni perubahan tingkah laku seseorang. Lain hanya dengan pandangan teori kognitif, melihat belajar itu dari aspek-aspek mental yang terlibat dalam proses perubahan tingkat laku seseorang. Dengan kata lain, pandangan ini cenderung menekankan pada mekanisme
padapengajaran berpusatkan guru dan mengajar menggunakan buku teks sahaja (Abdul Razak dan Nor Asmah 2010). Kaedah tradisional sebegini sedikit sebanyak menyebabkan murid tidak dapat meningkatkan penguasaan terhadap pembelajaran Bahasa Melayu. Tambahan pula, norma baharu menuntut guru untuk bertugas dari rumah akibat
.
hanya fokus pada orientasi kognitif dalam pembelajaran dapat menyebabkan